
Mochammad Yaza Azhari Britain, S.T.
16 Agustus 2026
Makassar — Ketua DPW Partai Bulan Bintang (PBB) Sulawesi Selatan, Mochammad Yaza Azhari Britain, mengajak generasi muda Sulawesi Selatan untuk tampil sebagai katalisator perubahan melalui integrasi tiga isu strategis: lingkungan, ekonomi sirkular, dan industri kreatif. Seruan ini menjadi bagian dari inisiasi PBB untuk memobilisasi pemikiran kritis pemuda dalam merespons tantangan pembangunan berkelanjutan.
Transformasi sosial dan pembangunan berkelanjutan membutuhkan intervensi strategis, terutama dari generasi muda sebagai agen perubahan. Namun, agar diskursus ini dapat diimplementasikan, diperlukan pendekatan saintifik dan terukur berbasis data. Berikut tiga pilar utama yang membutuhkan pemikiran kritis dan aksi nyata dari generasi muda Sulawesi Selatan.
1. Degradasi Lingkungan dan Urgensi Mitigasi Ekologis
Isu lingkungan tidak lagi berada pada ranah pinggiran (peripheral), melainkan telah menjadi episentrum ketahanan nasional. Pola eksploitasi lingkungan yang tidak terkendali, seperti deforestasi dan pengelolaan limbah yang buruk, berdampak langsung pada stabilitas ekosistem dan kesehatan masyarakat.
Berdasarkan berbagai literatur dan kajian lingkungan di Universitas Hasanuddin, kondisi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Antang di Kota Makassar secara konsisten menerima lebih dari 1.000 ton sampah per hari dan telah mengalami overkapasitas. Di sisi lain, degradasi Daerah Aliran Sungai (DAS) Jeneberang dan Walanae kerap menjadi variabel utama penyebab banjir dan longsor di wilayah Sulawesi Selatan.
Kegagalan mengelola sanitasi dan limbah tidak hanya merusak lanskap fisik, tetapi juga memicu patogen yang berdampak pada kesehatan publik, seperti peningkatan kasus demam berdarah dan gangguan pernapasan.
Peran Pemuda: Pemuda dituntut untuk beralih dari sekadar "peduli" menjadi inisiator advokasi kebijakan lingkungan (environmental policy advocacy). Diperlukan dorongan literasi ekologis untuk menekan laju deforestasi dan mengawasi regulasi pengelolaan limbah industri secara ketat.
2. Transisi Menuju Ekonomi Sirkular: Paradigma Closed-Loop System
Ekonomi sirkular merupakan antitesis dari model ekonomi linear (ambil, produksi, buang). Konsep ini berpusat pada efisiensi material, pemanjangan siklus hidup produk, dan minimasi residu melalui prinsip Reduce, Reuse, Recycle, dan Recover.
Negara-negara seperti Swedia (berhasil mengonversi residu menjadi energi listrik / Waste-to-Energy), Jerman, dan Taiwan telah mengadopsi regulasi manajemen siklus tertutup (closed-loop management). Di Indonesia, transisi ini masih terhambat oleh kurangnya infrastruktur pemilahan di tingkat hulu dan regulasi yang belum mewajibkan standardisasi daur ulang industri secara menyeluruh.
Literasi ekonomi sirkular di Sulawesi Selatan mulai menunjukkan embrio positif melalui sistem "Bank Sampah" yang masif di Kota Makassar, seperti Bank Sampah Pusat. Kajian ekonomi lokal menunjukkan bahwa integrasi pemulung, bank sampah sektoral, dan industri daur ulang mampu mereduksi volume sampah ke TPA hingga 10–15 persen, sekaligus memberikan nilai tambah ekonomi (PDRB) bagi masyarakat kelas menengah ke bawah.
Peran Pemuda: Generasi muda perlu mendorong inovasi teknologi pengelolaan limbah dan mendesak pemerintah agar mengadopsi model sirkular ke dalam regulasi daerah (Perda), sehingga sampah tidak lagi dilihat sebagai limbah, melainkan sebagai komoditas atau bahan baku sekunder (secondary raw material).
3. Kapital Manusia dalam Industri Kreatif yang Berkelanjutan
Industri kreatif adalah sektor fundamental yang digerakkan oleh kapital manusia (human capital)—berkaitan erat dengan keterampilan, kreativitas, dan bakat intelektual. Industri kreatif saat ini tidak bisa lagi berdiri sendiri: terdapat tren eco-preneurship, di mana produk-produk kreatif di bidang kuliner, fesyen, kriya, hingga teknologi mulai berpijak pada prinsip keberlanjutan.
"Mari kita bersama-sama menuangkan sebuah ide yang menjadi pergerakan bersama untuk menciptakan ruang bagi generasi muda dalam pergerakan yang positif dalam wadah DPW PBB Sulawesi Selatan."
Bersatu, Bergerak, dan Menang!
Mochammad Yaza Azhari Britain, S.T.
Ketua DPW Partai Bulan Bintang Sulawesi Selatan
Instagram: @myabyaza