Program19 Agustus 2026

DPC PBB Makassar Sulap Limbah Kayu Jadi Produk Bernilai, Ajak Pemuda Bangun Ekonomi Sirkular

DPC PBB Makassar Sulap Limbah Kayu Jadi Produk Bernilai, Ajak Pemuda Bangun Ekonomi Sirkular

Tim Humas DPW PBB Sulsel

19 Agustus 2026

Makassar — Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Bulan Bintang (PBB) Kota Makassar mendorong pemberdayaan pemuda dan masyarakat melalui pemanfaatan limbah kayu menjadi berbagai produk kerajinan bernilai ekonomi. Program ini dikembangkan di gudang milik Ketua DPC PBB Kota Makassar, Izhar, yang berlokasi di Kompleks Pergudangan Tamalanrea, Jalan Ir. Sutami Blok A3 Nomor 34.

Dari Limbah yang Dibakar Menjadi Bernilai

Menurut Izhar, kawasan pergudangan tersebut menyimpan banyak material limbah seperti palet dan plywood sisa produksi furniture dari industri sekitar. Sebelumnya, sebagian limbah tersebut hanya dibakar karena dianggap tidak memiliki nilai ekonomi.

"Setelah kami lihat, ternyata ini bisa bermanfaat dan bisa dibuat kerajinan. Akhirnya kami kumpulkan," ujar Izhar.

Izhar menjelaskan, ke depan pihaknya berencana membangun semacam warehouse aktivitas bagi Pemuda Bulan Bintang dan warga sekitar yang belum memiliki pekerjaan.

"Rencananya kami akan membuat semacam warehouse. Di sini akan ada aktivitas untuk Pemuda Bulan Bintang dan warga-warga yang menganggur. Kita coba panggil dan berdayakan mereka, apa yang bisa mereka buat dan kreasikan untuk menghasilkan," kata Izhar.

Produk Kerajinan yang Sudah Dihasilkan

Sejumlah produk kerajinan dari limbah kayu telah berhasil dibuat dan memiliki nilai jual, di antaranya:

  • Kaki meja meeting dari limbah kayu
  • Meja rias gantung dengan kaca — Rp85.000 (kaca Rp33.000)
  • Rak hias dinding untuk pot bunga — Rp20.000
  • Meja mengaji anak-anak — Rp40.000

Ekonomi Sirkular ala DPW PBB Sulsel

Ketua DPW PBB Sulawesi Selatan, Mochammad Yaza Azhari Britain, menyampaikan dukungannya terhadap inisiatif ini. Menurutnya, DPW PBB Sulsel menyediakan tempat, ruang, material, hingga transfer ilmu bagi pemuda yang ingin belajar mengolah limbah menjadi produk bernilai.

"Yang kami tawarkan adalah tempat, ruang, material, serta transfer ilmu. Bagi yang belum bisa, akan diajarkan," ujar Yaza.

Yaza menegaskan bahwa program ini merupakan wujud nyata dari konsep ekonomi sirkular yang selama ini digaungkan partai.

"Bagaimana kita bisa memanfaatkan limbah menjadi barang yang bernilai. Inilah yang kami sebut ekonomi sirkular," kata Yaza.

Ajakan untuk Terus Berkarya

Izhar berharap program ini dapat terus berkembang dan memberi manfaat, baik bagi kader maupun masyarakat umum di sekitar wilayah Tamalanrea.

"Untuk teman-teman, terus berjuang, terus berkreasi demi kemajuan kita sendiri dan demi kemajuan partai kita," pesan Izhar.

Bagikan:WhatsAppFacebook
Kembali ke Daftar Berita